Banyak ide produk digital gagal bukan karena tim tidak mampu membuatnya, tetapi karena produk dibangun terlalu jauh sebelum kebutuhan pengguna benar benar terbukti.

Minimum viable product atau MVP membantu bisnis menguji asumsi utama dengan versi produk yang lebih sederhana. Tujuannya bukan meluncurkan produk setengah jadi. Tujuannya adalah mendapatkan bukti yang cukup untuk memutuskan apakah produk perlu dilanjutkan, diubah, atau dihentikan.

Berikut cara membuat MVP produk digital yang lebih terarah.

Mulai dari masalah, bukan daftar fitur

MVP yang baik dimulai dari satu masalah yang spesifik. Hindari memulai proyek dengan daftar fitur panjang karena setiap fitur akan menambah waktu, biaya, dan asumsi baru.

Tuliskan masalah dalam satu kalimat yang mudah dipahami. Contohnya, tim penjualan kesulitan melihat status prospek karena informasi tersebar di beberapa spreadsheet. Pernyataan ini jauh lebih berguna daripada mengatakan bahwa perusahaan membutuhkan aplikasi CRM baru.

Setelah masalah jelas, tentukan siapa yang paling sering mengalaminya, kapan masalah terjadi, dan bagaimana mereka menyelesaikannya sekarang. Jika masalah tidak cukup penting bagi pengguna, produk yang lengkap sekalipun akan sulit mendapatkan penggunaan rutin.

Tentukan asumsi yang paling berisiko

Setiap ide produk memiliki beberapa asumsi. Pengguna dianggap memiliki masalah tertentu, bersedia mencoba solusi baru, memahami cara menggunakan produk, dan mungkin bersedia membayar.

Tidak semua asumsi memiliki tingkat risiko yang sama. Pilih asumsi yang dapat menggagalkan seluruh ide jika ternyata salah. MVP harus dirancang untuk menguji asumsi tersebut terlebih dahulu.

Sebagai contoh, sebelum membangun platform pemesanan lengkap, bisnis dapat menguji apakah calon pelanggan benar benar ingin melakukan pemesanan melalui formulir sederhana. Jika permintaan tidak muncul, menambah fitur pembayaran dan dashboard tidak akan menyelesaikan masalah utama.

Pilih bentuk MVP yang paling sederhana

MVP tidak selalu harus berupa aplikasi yang sudah dikembangkan. Bentuknya bergantung pada pertanyaan yang ingin dijawab.

Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain:

  • Landing page untuk menguji minat dan pesan produk
  • Prototype interaktif untuk menguji alur dan kemudahan penggunaan
  • Formulir dan proses manual untuk menguji permintaan
  • Versi web sederhana dengan satu alur utama
  • Fitur terbatas yang diberikan kepada kelompok pengguna awal

Pilih bentuk yang dapat menghasilkan pembelajaran nyata dengan usaha paling masuk akal. Jangan membangun teknologi kompleks jika pertanyaan utama masih dapat dijawab melalui prototype atau proses manual.

Batasi fitur berdasarkan satu alur utama

Jika MVP memang perlu dikembangkan, fokuskan produk pada satu pekerjaan utama yang ingin diselesaikan pengguna.

Petakan langkah dari saat pengguna masuk hingga memperoleh hasil. Setiap fitur harus mendukung alur tersebut. Fitur seperti pengaturan lengkap, laporan lanjutan, integrasi tambahan, dan personalisasi dapat ditunda jika tidak menentukan keberhasilan pengujian.

Cara ini membuat tim lebih cepat meluncurkan produk dan lebih mudah memahami penyebab ketika pengguna berhenti di tengah alur.

Tentukan ukuran keberhasilan sebelum meluncurkan

MVP membutuhkan ukuran keberhasilan yang jelas. Tanpa ukuran tersebut, tim mudah menyimpulkan bahwa produk berhasil hanya karena beberapa orang memberikan respons positif.

Pilih ukuran yang berhubungan dengan perilaku, misalnya jumlah pengguna yang menyelesaikan alur utama, kembali menggunakan produk, mengirim permintaan, atau bersedia membayar. Lengkapi data tersebut dengan wawancara untuk memahami alasan di balik perilaku pengguna.

Hasil MVP bukan hanya angka penggunaan. Hasil terpentingnya adalah keputusan yang lebih baik mengenai langkah berikutnya.

Kembangkan berdasarkan bukti

Setelah MVP digunakan, kelompokkan temuan menjadi tiga bagian: apa yang terbukti, apa yang belum jelas, dan apa yang terbukti salah. Gunakan temuan tersebut untuk menentukan apakah tim perlu memperbaiki pengalaman, mengubah target pengguna, menyesuaikan penawaran, atau melanjutkan pengembangan.

MVP adalah satu tahap dalam proses yang lebih besar. Untuk memahami keseluruhan prosesnya, baca panduan product development dari ide hingga peluncuran.

Jika Anda membutuhkan tim untuk memvalidasi, merancang, dan membangun MVP, hubungi yeno.studio.